Tampilkan postingan dengan label Presiden Yudhoyono. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Presiden Yudhoyono. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 April 2012

Bilateral Antara Bekas Penjajah dan Bekas Negeri Jajahan

Kemarin (5/4), Putri Kerajaan Belanda bertandang ke Istana Negara, Jakarta. Putri tersebut di terima oleh Pemilik Rumah (Istana Negara), tak lain adalah Presiden Republik Indonesia, Dr.H.Susilo Bambang Yudhoyono. Putri Kerajaan Belanda tersebut adalah Putri Maxima atau Her Royal Highness Princess Maxima of The Netherlands atau Hare Koninklijke Hoogheid Prinses Máxima der Nederlanden atau Máxima Zorreguieta Cerruti. Putri Maxima adalah Isteri dari Putra Mahkota Kerajaan Belanda, Pangeran Willem Alexander atau Menantu dari Ratu Beatrix.

5 April 2012 Presiden Yudhoyono Menerima Putri Maxima dari Belanda Utusan Khusus Sekjen PBB

Kunjungan Putri Maxima ke Indonesia adalah sebagai Utusan Khusus Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam rangka misi sebagai Special Advocate Secretary General United Nation for Inclusive Finance for Development. Sebenarnya menurut Saya ada yang aneh jikalau Putri Maxima datang ke Indonesia sebagai Utusan Khusus Ratu Beatrix. Kenapa aneh ? Masih ingat tentang pembatalan kunjungan Kenegaraan Presiden Yudhoyono ke Belanda tertanggal 5 Oktober 2010 secara MENDADAK ? Sekali lagi, MENDADAK. Padahal kalau jadi Presiden Yudhoyono ke Belanda, itu merupakan suatu sejarah yang tak terlupakan. Karena sekali lagi kalau jadi, Beliau merupakan Presiden Indonesia kedua yang menginjakkan kakinya sebagai Tamu Negara setelah tahun 1970 Presiden Soeharto menginjakkan kaki di Belanda. Selain itu kalau Beliau datang berarti Beliau menerima undangan Ratu Beatrix.

Presiden Soeharto, Ibu Tien Soeharto dan Siti Hardijanti Soeharto (Tutut) di Istana Huis Ten Bosch, September 1970

Sayangnya hal tersebut tak terwujud. Karena penolakan aktivis RMS atas kedatangan Presiden Yudhoyono sangat besar itulah alasan utama batalnya kunjungan Presiden ke Belanda. RMS (Republik Maluku Selatan) meminta Presiden Yudhoyono di tangkap dan di adili. Alasan RMS meminta Presiden Yudhoyono di adili karena saat ini ada 90 Aktivis RMS yang di penjara di Maluku. Padahal menurut Saya cuek saja Presiden dateng. Ngapain musti takut. Kan Pemerintah Kerajaan Belanda sudah menjamin keselamatan Bapak. Belanda lewat Kedutaan Besarnya mengatakan bahwa keselamatan Presiden Yudhoyono dan rombongan terjamin dan Belanda mengatakan bahwa Belanda tidak mengenal RMS.

Presiden Soeharto Menyalami Masyarakat Indonesia di Belanda, September 1970

Tapi walau sudah di bujuk rayu, tetap saja Presiden tak gentar, Tak gentar untuk tidak berangkat ke Belanda. Padahalkan ini momentum yang teramat sangat amat amat langka sekali. Tengoklah Presiden Kedua Indonesia, Jenderal Besar TNI H.M.Soeharto. Walau di demo apapun oleh cucunguk RMS, Beliau melenggang saja bersama Ibu Tien di Negeri Kincir Angin walau cuma sehari. Padahal, sehari sebelum kedatangan Presiden Soeharto ke Belanda, kediaman resmi Duta Besar Indonesia di Belanda di Wassenaar, Den Haag di duduki oleh sekelompok Pemuda yang menamai diri Pemuda Ambon. Untungnya saat di duduki, Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda saat itu Taswin Natadiningrat dan Keluarga sudah lolos dari kepungan. Berbeda dengan Presiden Yudhoyono yang hanya di demo belum dan tak terjadi pendudukan paksa di Kedutaan Besar Indonesia.

Presiden Soeharto Menyambut Ratu Juliana di Kemayoran, Indonesia Tahun 1971

Ketika itu Presiden Soeharto sempat menunda kunjungannya ke Belanda. Namun hanya 24 Jam di tunda. Setelah itu tanggal 2 September 1970, Presiden Soeharto beserta Ibu Negara Tien Soeharto dan 36 rombongan bertolak ke Kerajaan Belanda menggunakan Pesawat Garuda Indonesia. Selama Presiden Soeharto di Belanda, tampuk kepemimpinan di Indonesia di serahkan oleh Wakil Presiden Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Kemudian 3 Spetember 1970, Pesawat Kepresidenan masuk ke wilayah Kerajaan Belanda dan langsung di sambut oleh delapan Pesawat Tempur Starfighter Angkatan Udara Kerajaan Belanda. Dan kemudian Pesawat Kepresidenan mendarat di Bandar Udara Militer Ijpenburg.

Terlihat Presiden Soeharto Beserta Ibu Tien Soeharto Mendampingi Ratu Juliana dan Pangeran Benhard, Jakarta 1971

Turun dari Pesawat, Presiden Soeharto dan Ibu Tien Soeharto di sambut oleh Ratu Juliana dan Pangeran Benhard serta Perdana Menteri De Jong dan Anggota Kabinet. Karena situasi lagi genting. Jadi secara spesial, Presiden Soeharto dan Ibu Tien Soeharto di angkut menggunakan Helikopter untuk menuju ke Istana Huis Ten Bosch di Den Haag. Kedatangan Presiden Soeharto dan Ibu Tien Soeharto ke Kota Den Haag membuat Kota tersebut tertutup karena di mana-mana tampak kendaraan lapis baja di siagakan dan 4000 Polisi di kerahkan. Pemerintah Belanda melarang segala aksi demonstrasi. Baik demonstrasi yang mendukung atau menolak kunjungan Presiden Soeharto. Di pikir-pikir genting banget kalau gitu ya. Sejarah Belanda mencatat bahwa inilah pengamanan terbesar untuk seorang Kepala Negara apalagi Kepala Negara bekas Jajahan yang memerdekakan diri. Luar biasa.

Presiden dan Ibu Ani Yudhoyono Kembali ke Mobil Berplat RI 1 Ketika Pembatalan Kunjungan ke Belanda

Padahal sekali lagi, undangan Ratu Beatrix untuk berkunjung ke Belanda kepada Presiden Yudhoyono sudah di kirim sejak 4 tahun yang lalu. Berarti itu tahun 2006. Pak Harto sama Pak SBY memang ada kesamaan. Yaitu sama-sama TNI dan sama-sama Jenderal. Dan keduanya ada perbedaan juga yaitu Pak Harto Jenderal Perang kalau Pak SBY Jenderal bukan Perang. Maka dari itu, Presiden Soeharto mana takut cuma di demo sama RMS. Senyum lebarnya tetap mengembang begitu tiba di Belanda. Dan terlihat tak ada rasa takut atau bahkan tegang. Selama di Belanda, Presiden Soeharto menginap satu atap dengan Ratu Juliana dan Pangeran Benhard di Istana Huis Ten Bosch tentunya. Dan sekali lagi, ini adalah pertama kalinya ada Tamu Asing yang sangat teramat mendapatkan keistimewaan seperti itu.

Presiden Soeharto Ketika di Jemput Oleh Ratu Juliana (Foto by  Walentina Waluyanti)

Setelah lawalatan bersejarah Presiden Soeharto ke Belanda di tahun 1970 kini giliran Ratu Juliana membalas kunjungan Presiden Soeharto. Tepatnya tanggal 26 Agustus 1971, Ratu Juliana dan Pangeran Benhard tiba di Kemayoran, Indonesia. Ketika Ratu Beatrix naik tahta, Beliau berniat ingin lebih mengeratkan hubungan Belanda dan Indonesia. Maka Beliau berencana bertandang ke Indonesia pada tanggal 16 Agustus 1995 dan menghadiri HUT RI ke 50 pada 17 Agustusnya. Namun rencana itu batal karena maraknya penolakkan atas rencana tersebut oleh Parlemen Belanda. Akhirnya Ratu Beatrix tetap datang namun Beliau menggeser tanggalnya menjadi 21 Agustus. Di dalam Pesawat menuju Indonesia, Ratu Beatrix rajin sekali menghafal salah satu ucapan berbahasa Indonesia. Ratu Beatrix tiba di Tanah Air bersama dengan Suaminya Pangeran Claus dan Putra Mahkota Pangeran Willem dari Oranye.

Demo Menentang Kedatangan Presiden Soeharto (Foto by Walentina Waluyanti)

Dalam Pidato makan malam Kenegaraan, Ratu Beatrix mengatakan bahwa hubungan kedua Negara harus di tingkatkan kembali. Dan Belanda mengakui bahwa Kemerdekaan Indonesia jatuh pada tanggal 17 Agustus 1945. Dan terselip ucapan berbahasa Indonesia yang Beliau hafalkan selama dalam perjalanan menuju Indonesia yaitu, "Jauh di Mata Dekat di Hati" dan tentunya ucapan tersebut mendapatkan tepuk tangan dari para Tamu Undangan.

Atas : Papan Penyambutan Bertulisakan SELAMAT DATANG SRI BAGINDA RATU BELANDA DAN PANGERAN CLAUS
Bawah : Upacara Penyambutan di Istana Merdeka. Tampak Presiden Soeharto dan Ibu Tien Soeharto

Di Indonesia, Ratu Beatrix mengunjungi Taman Makam Pahlawan Kalibata, Taman Makam Pahlawan Belanda di Daerah Menteng Pulo, Sekolah Internasional Belanda, Taman Mini Indonesia Indah,  Jakarta Fair, Kampung Tambak Rejo Surabaya, PT.PAL Indonesia (Masih di Surabaya), Candi Prambanan Yogyakarta, Keraton Ngayogyokarto Hadiningrat dan Candi Borobudur Magelang.

Atas : Ratu Beatrix dan Pangeran Claus Meletakkan Karangan Bunga di TMP Belanda Menteng Pulo, Jakarta
Bawah : Ratu Beatrix dan Pangeran Claus Meletakkan Karangan Bunga di TMP Kalibata, Jakarta

Ratu Beatrix dan Putra Mahkota Pangeran Willem Alexander Bertemu Sri Sultan HB X di Keraton Yogya

Ratu Beatrix dan Putra Mahkota Pangeran Willem Alexander Berkunjung ke Candi Prambanan, Yogyakarta


Ratu Beatrix Berusaha Memegang Arca Budha di Candi Borobudur Bersama Putra Mahkota Pangeran Willem Alexander

Ratu Beatrix dan Putra Mahkota Pangeran Willem Alexander Saat Mengunjungi Kampung Tambak Rejo, Surabaya

Semoga saja Presiden Yudhoyono dapat bertandang ke Kerajaan Belanda. Begitu pula sebaliknya Ratu Beatrix dapat kembali bertandang ke Indonesia. Kalau gak salah baca dan dengar, Ratu Elizabeth II juga mengundang Presiden Yudhoyono ke Inggris. Walau Inggris Negara yang pernah menjajah Indonesia juga nampaknya tidak ada masalah dengan Pemimpin Indonesia. Ya mudah-mudahan kunjungan Presiden Yudhoyono ke Belanda dan ke Inggris tahun ini dapat terwujud. Semoga saja.

Sabtu, 31 Maret 2012

Tentang Daslight dan BBM (Bahan Bakar Minyak)

Di Youtube banyak banget desain-desain tentang tata lampu buat Panggung. Karena penasaran, jadi Saya mencoba untuk mendownload software tentang tata lampu itu. Namanya daslight. Sebenernya ada banyak sih, cuma yang Saya download itu daslight. Ngedownloadnya gak lama kok. Cuma ya berhubunga gak tau sama sekali cara penggunaannya. Jadi ya terpaksa Saya coba-coba.

Liat tutorial di Youtube bahasa yang di gunain bahasa Jerman atau Belanda totok yang Saya krang begitu mengerti. Kalau Belanda paling kalau gak totok mungkin mengerti. Totok itu kayak medoklah kalau di Jawa.

Nih Penampakkan Logo Daslight

Tapi Saya penasaran sama Daslight. Jadi besok mumpung hari Minggu, Saya mau cari ke Toko Buku. Kalau di Gramedia gak ada ya ke Gunung Agung. Mudah-mudahan ada buku tentang ini. Karena sekali lagi, penasaran. Hahaha....


Selain tentang Daslight menutup Maret 2012 ini, Indonesia, Negara Saya sedang terjadi demo di mana-mana. Tapi yang paling ekstrem ya di dua Kota yaitu Jakarta dan Makasar. Gara-gara BBM atau Bahan Bakar Minyak. Pemerintah di bawah Kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono per 1 April bakal menaikkan harga BBM sebesar 6000 Rupiah dan subsidi di cabut. Pengumuman mengenai kenaikkan harga BBM itu udah sekitar sebulan yang lalu terdengar. Makin mendekati hari H demo di mana-mana makin terjadi. Namun yang paling ekstrem sekali lagi Jakarta dan Makasar.

Merusak fasilitas umum milik Negara, merusak tempat makan seperti Mc Donald's di Makasar yang Saya pikir gak ada sangkut paut dengan kenaikkan harga BBM. Dan menurut Saya demo-demo yang para Pendemo anarki lakukan itu karena bayaran atau demo bayaran dan karena ingin ikut-ikutan atau karena di hasut. Orang Indonesia gampang banget di hasut, sogok dan di kibuli. Itu yang Saya perhatikan dari dulu.

Presiden Yudhoyono dan Ibu Negara Ani Yudhoyono Saat Nikahan Putra Keduanya

Dan kembali menurut Saya, Pemerintahan sekarang lebih baik dari masa Orde Baru. Kenapa ? Menurut yang Saya baca tentang kenaikkan harga BBM era Presiden Soeharto itu sangat unik. Kenapa unik ? Seperti ini penjelasan keunikkannya, jadi misal tanggal 1 April BBM naik. Nah sehari sebelumnya, pada malam hari Menteri terkait harga BBM melakukan konfrensi pers. "Besok 1 April 2012, Pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak," Otomatis setelah konfrensi pers itu Pom Bensin-Pom Bensin di serbu para pengendara baik Mobil atau Motor. Mau demo bagaimana kalau gitu ? Wong malamnya di umumin, paginya naik kok. Gak keburu buat demo. Walau setelah itu ada demo namun Pemerintahan Soeharto bisa menghalau para Pendemo agar tak anarki.

Kalau sekarang liat aja. Ada yang mogok makan, mogok bicara, tiduran di jalan, bakar ban, nyiapin bom molotov dari botol Kra**ngden* yang di isi minyak tanah dan di masukkin sumbu setelah itu di bakar dan di lempar ke barisan Polisi Anti Huru Hara. Nah yang aneh di sini adalah kayak misal Orang yang merokok. Sekarang aja sebungkus 12.000 Rokok. Dan misalnya lagi Perokok aktif bisa ngabisin sebungkus dalam 3 hari. Abis itu beli lagi. Kalau 8 kali beli aja Dia udah ngeluarin 96.000. Itu buat sebungkus Rokok. Tapi Dia masih ikutan demo gara-gara harga BBM naik jadi 6000. Masuk akal gak pendemo kayak gitu ?

Pendemo Bakar Ban di Depan Polisi

Jujur Saya belum pernah demo. Lagian apa sih enaknya demo ? Saya rasa gak ada enaknya deh. Panas-panasan. Terus kalau anrki apalagi. Makin gak enak. Belum di gebukkin Polisi pakai pentungan-pentungan segede gaban begitu. Di tendang-tendang. Kepanasan, keujanan, laper terus emang pasti demo gitu bakal nyampe aspirasi Kita (Pendemo). Emang para Pendemo yakin kalau semua Orang suka dengan demo-demo di jalan. Pendemo selalu mengatas namakan seluruh Rakyat Indonesia. SELURUH RAKYAT INDONESIA MENOLAK KENAIKKAN HARGA BBM. Emang pasti tuh seluruh Rakyat Indonesia ? Kalau memang BBM naik harganya demi untuk menyelamatkan perekonomian Bangsa. Ya mau bagaimana lagi ? Indonesia tuh masih Negara berkembang belum maju. Jangan samain sama Malaysia.

Kenaikkan harga BBM di Indonesia, pemberitaannya di barengi sama Pemerintah Malaysia tidak akan menaikkan harga BBM. Harusnya tuh jangan di samakan. Indonesia tuh harus inget. Kita merdeka sendiri. Hasil keringet sendiri. Bukan pemberian dari Bangsa Penjajah. Kalau berita kenaikkan harga BBM di kait-kaitkan dengan Malaysia, kenapa dulu Bangsa Kita ngusir Inggris ? Kenapa lebih "betah" sama Belanda yang 350 Tahun menjajah ? Bayangin 350 Tahun lho. Kalau Kita kayak Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Australia, Selandia Baru dan Papua Nugini, Saya yakin gak ada gontok-gontokkan tuh. Gak ada ribut-ribut soal perekonomian. Liat gak tuh Papua, dulu susah banget. Giliran Merdeka dari Kita dan masuk Persemakmuran Inggris, nyamankan ?

Gak heran kalau Maluku, Papua satu lagi,  mau merdeka dari Kita. Lah wong Indonesia sudah kayak gini. Korupsi banyak, Orang-Orang munafik banyak, Rakyat kerjanya nuntut tapi gak mau bekerja. Inget gak kata Presiden Negara Adidaya tentang Negara dan Rakyat ? Nih kalau gak inget,

Jangan tanyakan apa yang di berikan Negara untukmu, tapi tanyakan pada dirimu, apa yang sudah Kau berikan pada Negara ? 

Saya rasa Rakyat belum terlalu memberikan sesuatu kepada Negeri ini. Rakyat Indonesia masih bermental subsidi. Imbas buruk dari Orde Baru. Tapi walau bagaimana pun Saya percaya Indonesia akan maju. Pemikiran Rakyat Indonesia akan berkembang dan akan terus maju. Korupsi akan menyusut perlahan-lahan. Kalau Indonesia terus-terusan seperti ini, Saya yakin Indonesia tidak akan ada lagi 50 tahun mendatang. Atau mungkin Indonesia kembali di jajah. Bukan oleh Belanda tapi Amerika Serikat.

Damailah Indonesiaku, Damailah Negeriku, Aku Cinta Padamu